Anak-anak Indigo*
dan Zaman Keemasan
Disusun dari acara Supreme Master TV - “Evolusi Indigo”, sebuah film dokumenter karya James Twyman (Episode #266 ~ #268)
“Mereka adalah masa depan kita. Dan mereka berada di sini cuma untuk membantu mengantarkan kita menuju Zaman Keemasan, dimana kasih akan mengalahkan rasa takut, kesadaran akan mengalahkan kegelapan batin.” ~ Phil Gruber
“Pesan yang dibawa adalah bahwa inilah masa yang telah kita tunggu-tunggu. Kita siap untuk mengubah dunia ini menjadi sebuah dunia yang dilandasi oleh hukum kasih.” ~ James Twyman
Siapakah Anak-Anak Indigo itu?
Laporan berikut ini menggambarkan beberapa anak berbakat yang sering dianggap sebagai ”Anak-Anak Indigo” karena aura mereka yang dilaporkan berwarna nila (indigo). Mistikus Amerika Edgar Cayce (1877 – 1945), yang mampu melihat aura orang lain, mengatakan bahwa kelompok-kelompok individu yang luar biasa dan amat mengagumkan akan mulai turun berinkarnasi ke Bumi selambat-lambatnya pada abad ke 20 dan seterusnya. Ia mengatakan bahwa mereka akan datang dengan sebutan Anak-Anak Indigo.
Seorang anak perempuan berumur 8 tahun mengatakan kepada ibunya yang bekerja sebagai polisi wanita bahwa dia telah lama menunggu untuk dilahirkan di Bumi ini dan untuk memperoleh ibunya sebagai orang tua. Dia mengatakan bahwa dia mempunyai sebuah misi. Ibunya mengatakan bahwa anaknya nampak sangat bijak dan tahu segalanya – sebuah ”jiwa yang sudah tua”.
Akiane’s paintings from age 4 to 11.
Akiane, berumur 10 tahun, mengatakan bahwa pada saat berumur 4 tahun, dia mendapat penglihatan bertemu dengan Tuhan dan bertemu orang-orang baru. Ia mendapat inspirasi dari Tuhan untuk menggambar, menulis puisi, dan berbagi talenta-Nya dengan orang lain. Ia sering menggambar berbagai benda tanpa mengerti maknanya, seperti misalnya piramid. Ia berkata, “Saya mulai mengerti bahwa ini adalah Tuhan; ini semuanya Tuhan. Ia membantu saya melalui bakat seni saya; Ia membantu saya lewat puisi saya, kehidupan saya, dan kehidupan orang lain. Ia menjaga saya seperti layaknya saya seekor kupu-kupu kecil. Saya ingin karya seni saya menarik perhatian orang kepada Tuhan dan saya ingin puisi saya menjaga perhatian orang kepada Tuhan.” Salah satu puisinya berbunyi: “Pada hari kelahiranku, aku berjumpa dengan diriku sendiri. Pada hari kelahiranku, aku berjumpa dengan ibuku yang masih muda. Pada hari kelahiranku, aku berjumpa dengan Kristus yang sedang tidur di ayunanku.”
Akiane is painting.
Ketika Joshua berumur kira-kira 3 tahun, ia bepergian dengan ayahnya. Tiba-tiba ia bertanya mengenai “Michelangelo”, ingat bahwa “ia pernah melukis langit”. Ayah Joshua berkata, “Ya, benar. Ia memang pernah melukis langit di sebuah gereja besar dan melukis benda-benda lainnya.” Ayahnya bertanya kepada Joshua, ”Kenapa? Apakah kamu tahu tentang dia atau bagaimana?” Joshua menjawab, “Ya, ya, saya mengetahuinya, ia adalah seorang pria yang baik. Kejadiannya sudah sangat lama, lama sekali.”
Boriska, seorang anak laki-laki dari kota Volzhsky, Rusia, mampu mengingat dan dengan gamblang menceritakan kehidupan sebelumnya di planet Mars. Boriska mampu berbicara dengan kata-kata dan kalimat yang jelas ketika ia baru berumur delapan bulan. Pada umur tiga tahun, ia bercerita tentang alam semesta kepada orang tuanya. Ia juga mulai memberi nasehat kepada orang lain untuk meningkatkan standar moral mereka. Ia memperingatkan orang-orang tentang perubahan-perubahan yang akan terjadi di Bumi. Para ilmuwan mampu memotret auranya dan mendapati auranya berwarna indigo, yang menunjukkan bahwa “ia adalah orang yang bahagia dengan IQ yang tinggi.”
Mengidentifikasi Anak-anak Indigo
Sandra Sedgbeer, seorang redaktur dan penerbit majalah: “Anak-anak yang lahir saat ini nampaknya mempunyai lebih banyak “perangkat lunak” yang telah dimasukkan ke sistem mereka. Mereka adalah lompatan evolusioner; mereka menunjukkan pada kita ke mana langkah tujuan kita sebagai spesies. Dan saya yakin bahwa anak-anak ini lahir dengan susunan saraf yang kemampuannya lebih tinggi. Kita semua juga memiliki kemampuan seperti itu, tetapi kita telah kehilangan itu lebih dari ratusan tahun lalu.”
Neale Donald Walsch, pengarang: “Menurut saya, anak-Anak Indigo adalah anak-anak yang kesadarannya berkembang secara dramatis mengenai semua hal yang ada di sekitar mereka, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.”
Elizabeth Green, pengarang dan dosen: “Mereka memiliki dasar spiritual yang sangat tinggi. Tidak religius, tetapi spiritual.... Mereka mempunyai perasaan yang dapat mengetahui adanya kekuatan yang lebih tinggi.”
Elijah, seorang musisi: “Ada beberapa Indigo yang turun ke planet ini membawa pedang kemauan, pedang kekuatan, untuk memangkas paradigma lama dan menembus ilusi. Ada yang membawa welas asih yang lembut dan ada yang membawa bahasa baru cahaya dan suara…Kenapa para Indigo ke sini? Para Indigo ke sini untuk menjembatani Surga dan Bumi.”
Membesarkan Anak-anak Indigo
Karena kemampuan khusus yang dimiliki oleh Anak Indigo, mereka menghadirkan tantangan baru bagi orang tua mereka maupun sistem sekolah yang ada saat ini untuk menemukan cara yang tepat demi membantu dan membimbing mereka. Sistem yang ada saat ini tampaknya tidak memiliki cukup instrumen untuk menyediakan lingkungan yang tepat demi memenuhi kebutuhan mereka. Banyak anak berbakat yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan sekolah sehingga mereka dikatakan bermasalah seperti terkena Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Disorder) atau autisme. Sebenarnya, kemampuan mereka jauh di depan. Kebutuhan mereka lebih banyak. Di samping mengajarkan cara menghafalkan data, banyak pendidik menyatakan bahwa sekolah juga seharusnya mengajarkan anak-anak cara mengambil keputusan, cara makan yang benar, bahkan cara menanam bahan makanan, dan cara untuk bermeditasi. Sekolah semestinya mengusahakan cara-cara untuk memanfaatkan apa yang ada dalam diri anak, membuka kebijaksanaannya yang bersemayam di sana secara alami.
Kita Semua adalah Anak-anak Indigo
Sepanjang sejarah, Anak-anak Indigo senantiasa memberkati planet ini, meskipun kadang-kadang mereka barangkali disebut dengan istilah yang berbeda. Saat ini, beberapa pakar tidak mau memberi julukan anak manapun sebagai anak Indigo: ”Karena kita semuanya adalah anak-anak Tuhan, mereka ini hanya orang-orang yang tidak melupakan ajaran Tuhan. Pada akhirnya, kita semua akan sama. Kita semua bisa mengerjakan ini.” Pada dasarnya, setiap orang adalah anak Indigo karena setiap orang mempunyai bakat khusus. Yang disebut dengan “Anak-anak Indigo” adalah anak-anak yang sadar akan kemampuan mereka, sedangkan anak-anak lainnya membutuhkan latihan yang lebih banyak serta latihan spiritual untuk menemukan kembali bakatnya yang terpendam. Dalam gambaran yang lebih besar, setiap makhluk hidup berevolusi sebagai manusia untuk menjadi lebih baik dan semakin menyerupai Tuhan.
Menurut Gary Zukave, “Kita sedang berada di tengah-tengah besarnya perubahan kesadaran manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan perubahan pada kesadaran umat manusia ini akan menata ulang apa yang akan dilakukan oleh manusia. Perubahan itu menata ulang jutaan individu dan, menurut saya, dalam beberapa generasi saja, ia akan menata ulang seluruh pengalaman umat manusia. Dan dengan demikian, perubahan itu akan melahirkan anak-anak dalam lingkup persepsi baru yang lebih luas, dan perubahan itu akan memperbesar persepsi mereka yang sedang menjalani kehidupan di dunia ini….Peristiwa besar itu bukanlah kemunculan Anak-Anak Indigo, tetapi kelahiran sebuah dunia Indigo.”
Orang-orang mungkin belum tahu, bahwa atas berkat rahmat Tuhan, sesungguhnya dunia ini telah berkembang maju menjadi sebuah Dunia Emas, tidak hanya sebuah dunia Indigo. Sebagaimana disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai dalam ceramah-Nya di Panama pada tanggal 30 November 1989: ”Kita tengah berada dalam zaman yang sedang berubah... Zaman ini diperkirakan akan menjadi sebuah zaman yang sangat spiritual dan penuh dengan kedamaian bagi umat manusia. Bukan zamannya yang mempengaruhi kita, tetapi umat manusialah yang telah berkembang, dan kini sedang menyelesaikan lingkaran evolusi menelusuri puncaknya yang tertinggi. Ketika kita sampai pada puncak spiritual dan evolusi yang tertinggi, kita katakan kita berada pada Zaman Keemasan.”
* Menurut Edgar Cayce, ”Indigo dan warna lembayung mengindikasikan para pencari dari segala jenis, orang-orang melakukan pencarian karena alasan tertentu atau untuk memperoleh pengalaman spiritual.” Menurut latihan yoga kuno, indigo adalah warna cakra mata ketiga.
Referensi:
www.theindigoevolution.com
http://www.edgarcayce.org/indigo_children.htm
<< Daftar Isi
Kamis, 25 Februari 2010
We have to know!!!!!!!!!!!!!!!!
Diposting oleh henzoes di 19.43 0 komentar
The second project
The Wind and The Sun
Once the Wind and the Sun came to have a quarrel. Either of them claimed to be a stronger. At last they agreed to have a trial of strength.
"Here comes a traveller. Let us see who can strip him of his clock," said the Sun.
The Wind agreed and chose to have the first turn. He blew in the hardest possible way. As a result , the traveller wrapped his cloak even more tightly around him.
Then it was the turn of the Sun. At first he shone very gently. So, the traveller loosened his cloak from his neck.The sun went on shining brighter and brighter. The traveller felt hot.
Before long he took off his cloak and put it in his bag.The Wind had to accept his defeat.
.
The analyze of Generic structure:
1.orientation: paragraph 1, tell about the participants of the story(The Sun ,The Wind and The Traveller).
2.Complication: Paragraph 2 until Paragraph 3, tell about the between The Sun and The Wind
3.Resolution:Paragraph 4,tell about the solving problem between The Sun and The Wind.
Moral Value : Fury or force cuts no ice where gentleness does the job
NAME :Heny Susiani
No./ Class :16/ XI Science 4
Diposting oleh henzoes di 19.10 0 komentar
Selasa, 16 Februari 2010
Tahukah kamoe???????? mesti ora?????


Tahukah Anda: Bunga Tulip, Warisan Kekhilafahan Islam Turki Ustmani
Bunga tulip selalu diidentikkan dengan negara Belanda. Ribuan wisatawan datang ke Belanda hanya untuk mengagumi bunga yang cantik dan berwarna cerah ini, yang banyak ditanam di taman-taman negara Kincir Angin itu. Kota Keukenhof di Belanda, setiap tahunnya bahkan dikunjungi sekitar 800.000 orang dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan keindahan aneka bunga tulip dalam Festival Tulip yang diselenggarakan setiap tahun di kota itu. Tak heran masih banyak orang yang beranggapan bahwa bunga tulip adalah bunga asli dari Belanda.
Bunga tulip sebenarnya bukan bunga asli Belanda, karena sebenarnya bunga ini berasal dari Asia Tengah dan Belanda sebenarnya berhutang budi pada kekhalifahan Islam Ustmaniyah di Turki, karena atas peran kekhilafahan Islam inilah Belanda sekarang jadi terkenal karena bunga tulipnya.
Bunga tulip sebenarnya bunga liar yang tumbuh di kawasan Asia Tengah. Orang-orang Turki yang pertama kali membudidayakan bunga ini pada di awal tahun 1000-an dan pada masa pemerintahan kekhalifahan Ustmaniyah, terutama pada masa kekuasaan Sultan Ahmed III (1703-1730) bunga tulip berperan penting, sehingga masa Sultan Ahmed III disebut juga sebagai "Era Bunga Tulip."
Pada masa itu, istana Sultan memiliki sebuah dewan khusus untuk membudidayakan bunga-bunga tulip. Dewan itu dipimpin oleh seorang Turki yang juga kepala perangkai bunga istana yang tugasnya memberikan penilaian pada kualitas berbagai jenis bunga tulip dan memberikan nama yang indah dan puitis bagi bunga-bunga itu antara lain dengan nama "Those that burn the heart", "Matchless Pearl", "Rose of colored Glass", "Increaser of Joy", "Big Scarlet", "Star of Felicity", "Diamond Envy", or "Light of the Mind".
sources:bungazahra.multiply.com/reviews/item/2
Diposting oleh henzoes di 00.17 0 komentar
Jumat, 12 Februari 2010
Greatest POetry Ever Read
Lagu Gelombang
aku telah bernyanyi untukmu
tapi kau tidak juga menari
Diposting oleh henzoes di 13.59 0 komentar


